Tugas seorang kapten tim sepakbola bukan hanya melakukan lempar koin dan memilih bola atau gawang di awal pertandingan, Mereka tentu berperan sebagai pemimpin di dalam tim. Mereka menjadi mediator antara pelatih dan pemain lainnya, memberi motivasi di lapangan, dan mengingatkan akan instruksi pelatih juga menjadi tugas kapten ketika pertandingan berlangsung. Sekilas dapat disimpulkan bahwa seorang kapten harus memiliki jiwa kepemimpinan yang direpresentasikan dengan vokal kala pertandingan, selalu berpikir positif, hingga tidak segan untuk memarahi rekan setim yang bermain tanpa gairah.

Lalu bagaimana dengan Lionel Messi yang tidak banyak berbicara di lapangan? Messi tidak seperti Carles Puyol, Sergio Ramos, atau John Terry. Pemain asal Argentina itu bukan tipe pemain yang vokal dan sering memberi komando kepada rekan setim. Contoh lain adalah Eden Hazard di timnas Belgia dan Neymar di timnas Brazil, sebelum ban kapten diberikan ke Dani Alves.

Beberapa pemain yang ditunjuk sebagai kapten memang tidak memiliki kepribadian yang vokal dan sering memberikan perintah secara langsung kepada rekan setimnya. Mereka bukan memimpin dengan berteriak di lapangan, tapi mereka memimpin dengan memberi contoh kepada rekan setim. “Saya menikmati itu. Tapi saya tidak bisa seperti John Terry. Sebagai kapten, saya tidak berbicara banyak. Saya berbicara dengan kaki saya di lapangan,” ujar Hazard ketika ditanya apakah ia ingin mencontoh Terry sebagai kapten. Hazard menjabat sebagai kapten setelah Vincent Kompany mengalami cedera panjang, namun ia tetap memimpin Belgia setelah Kompany pulih.

VIDEO: Trending topic sepakbola dunia

Carlo Ancelotti, pada bukunya yang berjudul “Quiet Leadership” mengungkapkan beberapa tipe pemimpin di sebuah tim. Pada dasarnya, pemimpin hanya dapat memimpin jika orang yang ia pimpin percaya padanya. Tidak penting alasan mereka mempercayai pemimpin tersebut.

Jiwa kepemimpinan yang besar dan karakter yang kuat tentu menjadi salah satu alasan pemain mempercayai kaptennya. Kapten ini disebut personality leader. Mereka percaya diri untuk berbicara, berteriak di atas rumput hijau, dan membantu seluruh rekan setimnya. Mereka juga mampu selalu berpikir positif dan tidak takut dengan kondisi apapun. Mereka juga berani untuk mengemban tekanan tinggi, contohnya seperti mengambil penalti krusial pada babak adu penalti. Zlatan Ibrahimovic, Nemanja Vidic, Terry, Ramos adalah beberapa contoh tipe kapten seperti ini.

Alasan lain tumbuhnya kepercayaan dari pemain adalah pemimpin mampu memberikan contoh yang baik, baik saat pertandingan maupun ketika sesi latihan. Inilah yang disebut dengan memimpin dengan memberi contoh. Mereka tak perlu banyak berbicara. Namun mereka menunjukannya dengan sikapnya saat latihan dan penampilan saat pertandingan. Hal tersebut menyebabkan pemimpin seperti ini umumnya adalah pemain yang paling menonjol di sebuah tim seperti Messi di Barcelona dan Argentina, Hazard di Belgia, dan Neymar di Brazil, atau Franco Baresi ketika menjadi kapten timnas Italia. Tipe ini disebut technical leader.


Terdapat satu tipe kapten lainnya yaitu political leader pada level klub. Mereka adalah produk asli dari klub yang dibela dan telah membela klub tersebut dalam jangka waktu yang lama. Selain memiliki kemampuan yang baik di tim utama, mereka juga dekat dengan fans dan menjadi simbol atas klub yang dibela. Contohnya adalah Iker Casillas di Real Madrid, Steven Gerrard di Liverpool, Francesco Totti di AS Roma dan beberapa nama lainnya.

Meski posisi kapten hanya diisi oleh satu orang, namun sosok pemimpin di ruang ganti bisa lebih dari satu. Real Madrid era Ancelotti memiliki Pepe dan Cristiano Ronaldo sebagai pemimpin meski tidak mengenakan ban kapten. Romelu Lukaku juga pernah terlihat memberikan motivasi dan membakar semangat timnas Belgia pada pertandingan pembuka melawan Panama di Piala Dunia 2018 meski Hazard bertindak sebagai kapten.

Ancelotti bahkan mengungkapkan bahwa pekerjaannya lebih jadi lebih mudah dengan kehadiran sosok pemimpin di tim-tim yang ia tangani. Kala menangani AC Milan, ia memiliki Paolo Maldini, seorang personality leader dan technical leader sekaligus. Ditambah dengan figur lain seperti Alessandro Nesta, Andrea Pirlo, Gennaro Gattuso, Andriy Shevchenko, hingga Hernan Crespo. Bersama Chelsea, pelatih asal Italia itu memiliki Terry, Frank Lampard, Didier Drogba, Petr Cech, hingga Michael Ballack.

Posisi seorang kapten di atas lapangan juga kerap dianggap krusial. Seorang kapten disebut harus memiliki visi yang luas terhadap lapangan sehingga dapat memberi instruksi kepada rekan setim sehingga dianggap posisi bek adalah posisi ideal seorang kapten. Pemahaman tersebut seakan membuat striker tidak ideal menjadi kapten. Memimpin dengan memberi contoh merupakan cara kapten yang berposisi sebagai striker dalam memimpin. Mereka sangat haus gol sehingga terlihat bahwa mereka sangat menginginkan timnya menang dan dapat menjadi contoh bagi pemain lain.