Selama empat tahun berturut-turut, Kalidou Koulibaly mengisi tim terbaik Serie-A Italia. Membuat bek Senegal itu menjadi salah satu pemain yang paling sering mengisi tim terbaik divisi sepakbola tertinggi Negeri Pizza. Setidaknya hingga 2019, hanya Gianluigi Buffon dan Giorgio Chiellini yang pernah mengisi daftar susunan terbaik Serie-A (5x).

Sejak pertama didaratkan Napoli dari KRC Genk, Koulibaly memang telah memperlihatkan dominasi yang ia miliki di lini belakang. Berbagai kesebelasan selalu mengincar jasanya di bursa transfer. Terakhir, Real Madrid disebut ingin mendatangkan pemain kelahiran 20 Juni 1991 itu ke Santiago Bernabeu. Ia kabarnya akan diplot sebagai pengganti Sergio Ramos di Ibu kota Spanyol.

Kemampuan Koulibaly sudah tidak bisa dipungkiri lagi. Bahkan bedasarkan hasil pemungutan suara Ballon d’Or 2019, ia merupakan salah satu bek yang paling banyak dipilih. Tercatat dalam 25 pemain dengan suara terbanyak di Ballon d’Or 2019. Dengan pencapaian tersebut, jelas Napoli mematok harga tinggi untuk jasa Koulibaly. Presiden Napoli Aurelio De Laurentiis bahkan mengatakan harga Koulibaly akan lebih mahal dibandingkan Harry Maguire, bek termahal dunia saat ini (80 juta Euro).

VIDEO: The rise of Koulibaly

“Ini adalah masalah yang miliki oleh klub Inggris. Mereka akan membeli pemain dengan harga 85 juta Paun. Padahal, jika kami yang membeli pemain tersebut, mungkin hanya akan mengeluarkan dana 30 atau 35 juta Paun. Ini merusak pasar dan jika mengikuti kebiasaan klub Inggris, berarti Koulibaly akan memiliki label 250 juta Paun,” kata De Laurentiis.

Harga mahal yang dipasang Napoli itu membuat berbagai kesebelasan menyerah mengejar Koulibaly. Tapi, De Laurentiis adalah sosok yang menyayangi Koulibaly. Dirinya sadar bahwa Napoli tak akan bisa menahan bek kelahiran Saint-Dié-des-Vosges, Prancis, itu untuk bertahan di San Paolo.

“Saya cinta Koulibaly. Tapi kita tak bisa menahan dia selamanya di sini. Kami pernah menolak tawaran 105 juta Euro yang datang untuk dirinya. Sekarang mungkin sudah saatnya untuk berpikir ulang, karena ada masanya kami harus melepas dia. Dirinya sudah sangat membantu pertahanan kami. Jika ada yang berkata lain, dia salah,” kata De Laurentiis.

Meski selama lima tahun Koulibaly selalu gagal membantu Napoli mengangkat piala, ia jelas salah satu bek terbaik dunia. Sesuatu yang tak pernah terpikirkan sebelumnya. Tidak di mata kesebelasan pertama Koulibaly, FC Metz. “Saya belajar banyak dari Metz. Itu adalah masa-masa sulit tapi saya melihatnya sebagai tantangan dan pembelajaran,” buka Koulibaly.


“Setelah dua tahun membela Metz, tiba-tiba mereka memutuskan untuk melepas saya. Saya sangat terkejut dengan keputusan itu. Memiliki karier sebagai pesepakbola selalu menjadi impian saya dan orang tua selalu mendukung. Saya ingin menangis saat tahu tentang hal itu. Tapi saya tak mau melihat orang tua saya sedih,” lanjutnya kepada Player’s Tribune.

“Saya sempat berpikir untuk mencari klub lain, tapi rasa rindu dengan rumah tak tertahan. Saya pulang ke Saint-Die dan bermain dengan teman-teman saya lagi. Tapi mereka bermain untuk bersenang-senang sementara otak saya seperti sudah dicuci oleh Metz. Saya seperti sebuah komputer yang harus menjadi kompetitif di semua kondisi. Saya menjadi kurang ajar ke semua orang,” akunya.

“Ibu saya kemudian mengingatkan saya, kita harus memperlakukan orang dengan baik. Jangan berbuat atau berlaku bagaimana kita tidak mau diperlakukan. Akhirnya dari situ saya menyadari ada yang salah. Ada yang salah dalam diri saya. Saya belajar untuk menjadi lebih baik lagi”.

“Saya pertama bergabung dengan Metz saat masih berusia 13 tahun. Kemudian saat saya 16,17, atau 18 tahun, saya mulai berpikir untuk mencari pekerjaan yang stabil. Tapi juga tetap ingin bermain sepakbola di level tinggi. Tiba-tiba Metz datang memanggil saya lagi. Saya akhirnya menerima mereka lagi dengan pikiran ingin membuktikan bahwa pandangan mereka salah. Saya dapat jadi pesepakbola profesional,” kata Koulibaly.

Pada 2012, Koulibaly akhirnya meninggalkan Metz untuk keduanya kalinya. Kali ini sebagai salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki oleh klub tersebut. Mengoleksi 42 penampilan dan masuk dalam daftar 10 pemain termahal yang pernah dijual Metz. Menurut Transfermrkt, dana 1,3 juta Euro yang didapat dari Koulibaly saat itu hanya lebih rendah dari Miralem Pjanic (7,5), Jocelyn Blanchard (6,5), Franck Ribery (5), Faryd Mondragón (4,5), Sadio Mane (4), Emmanuel Adebayor (3,2), Louis Saha (3,15), Sebastien Bassong (1,8), dan Papiss Demba Cissé (1,5).

Sekitar enam atau tujuh tahun kemudian, Kalidou Koulibaly dipatok dengan harga ratusan juta Euro. Dulu dia ditolak, tak diinginkan, sekarang dirinya jadi rebutan. Bahkan mencuri perhatian pemilik 13 gelar Liga Champions, Real Madrid. From undesirable to undeniable!