Situasi Lionel Messi bersama Barcelona kian rumit, setelah sang mega bintang menyatakan keinginannya untuk pindah dari FC Barcelona, ayahnya yang juga merupakan manajer Messi juga mengatakan bahwa kecil kemungkinan Messi akan bertahan di Barca. Kondisi ini ternyata bukan hanya memusingkan jajaran FC Barcelona, tapi juga membuat La Liga ketar-ketir.

Hal itu terbukti ketika La Liga mengeluarkan pernyataan resmi bahwa Messi hanya bisa pergi jika klausul pelepasannya sebesar €700 juta dibayar penuh. Jika tidak, La Liga mengancam tidak akan memproses pembebasan visa sang pemain untuk pergi. Sikap tersebut jelas merupakan usaha La Liga untuk menjegal kepergian Messi dari Camp Nou.

VIDEO: Gol-gol terbaik Lionel Messi di La Masia

La Liga pernah menyatakan bahwa ingin mengembangkan image seperti Premier League yang tidak bergantung kepada satu atau dua bintang. Namun sepertinya, hal ini tidak berlaku juga Lionel Messi pergi dari FC Barcelona. Presiden La Liga, Javier Tebas, mengatakan, “Messi adalah pemain terbaik dan kami beruntung memilikinya di La Liga. Jika Ia ingin pindah ke liga lain itu akan membuat perubahan besar, tidak sampai menjadi malapetaka namun Messi memberikan nilai yang besar bagi kami.”

Tebas kemudian melanjutkan, “Messi adalah ikon sepakbola Spanyol dan saya akan memintanya untuk menyelesaikan karirnya di sini dan terus memberi kami hiburan.”

Apa yang Akan Terjadi pada La Liga?

La Liga saat ini masih menjadi liga dengan coefficient tertinggi di Eropa. Mereka masih di atas Liga Primer Inggris, Bundesliga dan Serie A Italia. Tiga klub mereka, Real Madrid, Barcelona, dan Atletico Madrid menempati posisi kedua, ketiga dan keempat dalam UEFA club coefficients saat ini.

Barcelona memang tidak otomatis menjadi tim yang lemah jika Messi pergi. Mereka masih memiliki sederetan pemain berkualitas dalam skuat Barca seperti Frenkie de Jong, Antoine Griezmann, Ansi Fatu dan yang lainnya. Coefficient club Barcelona dan La Liga seharusnya tidak akan mendapat masalah jika Barcelona bisa segera membangun skuat mereka pasca Messi pergi.

Namun tidak bisa kita pungkiri bahwa pusat kekuatan mereka dalam 10 tahun terakhir ini terpusat pada Messi. Bukan sekedar pusat dalam permainan di lapangan, namun juga daya tarik untuk mendatangkan pemain berkualitas dari berbagai negara. Tidak sedikit pemain yang ingin bermain di FC Barcelona karena ingin bermain satu tim dengan Lionel Messi.

Pjanic adalah pemain terakhir yang terang-terangan mengatakan pindah ke Barcelona karena ingin bermain dengan Lionel Messi. Hanya saja, pemain yang didatangkan dari Juventus pada musim panas ini harus gigit jari dengan kondisi yang sedang berkembang terkait Lionel Messi dan Barcelona.

Dari sisi finansial dan jumlah penonton La Liga juga bisa terkena dampak atas kepergian Messi. Saat Cristiano Ronaldo pindah ke Juventus pada tahun 2018, Real Madrid mengalami penurunan jumlah penonton di stadion hingga 8% pada musim 2018/19. Meski begitu, La Liga secara keseluruhan justru mengalami peningkatan dalam hal jumlah penonton dan pemasukan. Mereka berhasil mendapatkan kontrak broadcasting baru dengan peningkatan nilai 15% di dalam negeri dan 30% di internasional.


“Tidak ada partner broadcasting kami yang mengangkat isu Cristiano pindah ke Juventus. Kami akan mengembangkan brand La Liga dan brand klub seperti yang dilakukan Liga Primer Inggris, yang tidak bergantung pada satu pemain bintang,” kata Joris Evers, Chief Communication Officer La Liga saat diwawancara Bleacher Report tahun 2019 lalu.

Sikap La Liga terhadap saga CR7 tidak seperti yang dilakukan pada Messi saat ini yang terlihat jelas mereka mencoba mengintervensi. Mereka bahkan tidak bereaksi saat Real Madrid menurunkan klausul pelepasan Cristiano dari 1 Milyar Euro menjadi 120juta Euro.

Sang presiden La Liga, Javier Tebas, terang-terangan mengakatakan bahwa kepergian Cristiano hampir tidak memberikan dampak sama sekali terhadap La Liga karena telah dipersiapkan bertahun-tahun. Dia juga membandingkan dengan kasus Messi, bahwa La Pulga adalah pemain terbaik dalam sejarah sepakbola dan akan berdampak besar jika dia pindah ke liga lain.

Pertandingan El Classico yang menjadi pertandingan terbesar setiap musimnya tentu akan berbeda tanpa kehadiran Lionel Messi. Tidak sedikit orang yang menantikan El Classico karena ingin melihat aksi Messi di pertandingan ini. Bukan tidak mungkin jumlah penonton EL Classico pun akan menurun jika Messi benar-benar pindah dari Barcelona.

Secara image, perpisahan Real Madrid dengan Cristiano Ronaldo tentu akan terasa berbeda dengan perpisahan Barcelona dan Lionel Messi. Cristiano memang banyak mengubah dampak besar bagi sejarah Los Blancos dan tentunya memegang titel legenda klub. Namun Lionel Messi adalah Barcelona, seperti sebuah kesatuan yang hampir mustahil untuk dipisahkan.

***

La Liga memang harus segera melakukan evaluasi untuk bisa terus berkembang. Meski menjadi liga dengan coefficients tertinggi, pemasukan mereka jauh lebih kecil ketimbang Liga Primer Inggris. Real Madrid dan FC Barcelona memang menjadi 2 klub terkaya versi Deloitte Money League 2020, namun kemudian hanya Atletico Madrid, di peringkat ke-13, klub La Liga Lainnya yang masuk ke 20 besar klub dengan pemasukan tertinggi.

Jika Messi benar-benar pindah, La Liga mungkin akan mendapat pukulan besar. Namun, kepergian Messi juga bisa menjadi awal bagi La Liga untuk menyusun strategi brand mereka. Memulai kembali membangun brand tanpa bergantung pada satu pemain bintang.